Latest Post

^^



Ku ukir indah namamu
Nama yang begitu  tak asing bagiku sekarang ini, ialah al khidmah
Kecintaan q padanya semakin bertambah, apalagi sekarang saya sudah benar-benar meiliki keluarga
Yah…walaupun di kelas saya juga memiliki keluarga, tetapi keluarga dalam majelis, bukankah itu luar biasa?
Membayangkan ketika nanti dipanggil olehNya, Arum dan rombongan al Khidmah Kampus
Wow…subhanalloh
Allohu akbar
Tiada kata yang layak terucap, tiada kata yang patut diungkap selain kebesaran namaMu
Aku tahu, Engkau telah menggariskan hamba agar bisa kuliah di Jogja, utamanya UIN SuKa. Dulu, ketika lulus SMA aku getun berdoa agar jangan sampai kuliah di Jogja, karena saya takut akan gempa yangs sering terjadi di Jogja. Aku berdoa agar Engkau menggariskan aku untuk kuliah di UNS Solo. Tapi apa daya, tahun 2011 lalu, aku diterima di UIN SuKa Pendidikan Kimia yang memang kecintaan ku, melalui jalur SNMPTN.
Masuk kuliah, toeng..hatiku hampa
Tahun 2012, ikut al Khidmah J
Tapi, apakah saya pantas berada di dalam al Khimdah?
Saya bukan lulusan pondok seperti kebanyakan jamaah yang lain
Ilmu agama saya minim
Bahasa arab pun belum begitu mahir
Bertemu pendiri Al Khidmah pun belum pernah, tahu sejarahnya pun baru sekarang baca-baca dikit
Aduhai hati…
Pantaskah saya?
Kadang, menjadi beban pikiran ketika ada yang Tanya pada saya tentang al khidmah, tapi aku belum bisa menjawabnya dengan detail
Pantaskah saya?
Jarang hadir dalam majelis, belum bisa memberikan kontribusi apapun
Pantaskah saya?
Sekarang memang saya diamanahi sebagai sekretaris, tapi?
Aku bingung, tugasnya apa ya? L
Yah,,,kalo masalah rekap data jamaah oke lah…hehe
Hal yang mengiris hati adalah ketika banyak yang memberikan kritik atas kepengurusan kami. Hello…. Mbak, mas jangan Cuma kritik, tapi kami ini masih butuh bimbingan..kami kan orang baru L
Astaghfirulloh, jadi sensi sendiri
Gak boleh..hehe
Jadi pada intinya, ayolah kita bersama-sama melangkah
Bukankah indah ketika kita bisa melangkah bersama dalam satu ayunan tujuan yang mulia:


 

curahan hati



Ini Memang Curahan Hatiku
Nanti, insyaallah 2015 saya kan lulus dari UIN SUKA pend. Kimia
Entah apa yang membebani pikiran saya, terlintas sebuah gagasan untuk menunda kelulusan agar bisa terus berada dalam majelis al khidmah kampus. Entah itu konyol ataupun apa, tetapi sempat terlintas demikian. Jujur, saya memang belum lama mengenal al khidmah. Baru tahun 2012 saya bergabung di dalamnya, walaupun tidak selalu hadir dalam majelisnya, entah mengapa saya merasakan getaran yang begitu luar biasa dalam batin ini. Di rumah memang ada majelis dzikir dan sholawat, tetapi mungkin karena pengemasan yang begitu menarik di dalam al khidmah, seingga saya menjadi jatuh hati di dalamnya.
Pertama kali mengikuti majelis rutin di maskam uin, dipimpin oleh seorang yang belum saya kenal, aduhai suaranya…subhanallah… benar-benar merinding disko…
Semakin kesini, 16 januari 2014 entah mengapa saya selalu ingin aktif mengikutinya, seperti seorang kekasih yang ingin selalu bersamanya. Entah mengapa hati ini selalu rindu mendengar lantunan majelis dzikirnya.
Duhai hati yang terkadang tak tahu arah, entah mengapa setiap membuka kembali rekaman yang memang saya suka merekam sendiri ketika saya mengikutinya, selalu menetes air mata ini. Ingin sekali berkhidmah di dalamnya, tetapi terkadang terhambat kendaraan, dan lain sebagainya. Entah orang lain menganggap saya konyol ataupun apa dengan prinsip saya, tetapi itulah saya. Ketika orang lain mengatakan tumben, ah apa iya? Iya mungkin saya baru pernah, tetapi jauh dalam lubuk hati saya, saya benar-benar ingin selalu hadir. Apakan ruhaniah saja cukup? Bagiku raga dan jiwa kalau bisa harus bisa hadir
Ya Rabb… setelah lulus nanti, apakah saya bisa mengikuti majelis al khidmah? Di daerah saya belum ada majelis ini, apakah saya harus berjuang disini? Apa ini khidmah ku yang sebenarnya setelah lulus nanti?
Ah…. Rasa-rasanya ku ingin menetap di jogja sini. Tetapi, bagaimana? Di jogja pun belum bisa istiqomah L
Lantas???




 

between.....???

Saat hati tak lagi sinkron dg mulut manis ini…
Saat itulah kegalauan menghampiri diri q…
Ingin q berkata tidak…
Tapi…hati ini terus berkata ya…
Apa yg terjdi pada diri kecil ini???
Hanya bisa terdiam dan terpaku…
Berharap bisa mengungkapkan isi hati ini yg sebenarnya…
Sebukit unek” yg selama ini q pendam…
Rasanya begitu sulit tuk diungkapkan…
hambaMu ini benar” bingung,,,
kucoba tuk terus mendekatiMu…

berharap agar bisa mendapat cahyaMu….
 

bagian dari kuasaMu

Bagian dari kuasaMu
Entah kemana lagi, hati ini kan berlabuh
Entah berapa lama lagi, diri ini menanti
Setiap sepertiga malam terakhir q
Ku simpuhkan kedua tangan dan kakiku
Hanya untuk merenungi segala dosa selama ini
Dosa yang tak kunjung usai
Dosa yang tak aka nada hentinya
Sampai engkau mengambil nyawa ini
Tuhan…
Apalagi?
Kemana lagi hamba kan mengadu?
Kemana lagi?
Diri hina ini, tak tahu malu lagi
Ketika bibir merah ini terus merintih
Engkau selalu setia mendengarkannya
Keluh kesah yang selalu merongrong ditengah gelap malam
Hanya engkau yang menghiraukannya
Keluh kesah penuh peluh
Hanya engkau yang mampu menjadi pelipur lara
Sebait doa ku haturkan padamu
Secercah harapan yang sellau teruntai manis di jemari kecil ini
Tuhan…
Kemana lagi?


 

menggapai jalanMU

Menggapai jalanMu
Nafas ini selalu berhembus atas kuasaMu…
Arah hidupku Kau lah sang penentu…
Ya Rabbi…
Teguhkanlah qolbu ini…

Gunung menjulang, menyiratkan berbagai cerita…
Tak pernah ku duga sebelumnya,…
Jika hidupku kan seperti ini…


 

secangkir rindu :D

Secangkir rindu

Ku buatkan untukmu…
Secangkir rindu…
Serbuk cinta kutuankan didalamnya…
Derau rindu yang menggebu….
Bergetarlah cangkir ini hati…
Pernahkah????
Kau meraskan cangkir rndu ini??
Kan q kirim….beribu…. bahkan berjuta
Melewati jalan panjang..
Dingin , panas…
Ynag tertuang apik didalamnya…
Bercampur aduk dalam secangkir rindu….
Ku persembahkan hanya untuk mu…

Ya rasul……..
 

aku memilihmu karena Allah

Assalamu'alaikum sahabat blogger...
aku memilihmu karena Allah..
ya...kata yang tepat tuk diutarakan pada pasangan hidup kita kelak setelah halal...
sekarang???
eiiitssssssss.......
belum apa" udanh ngomong begituan?
itu bohong ataukah benar-benar dari hati??
:D
silahkan ditafakuri kembali 
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seberkas Cahaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger